belimbing books presents:
belimbing books presents:
News

1.Serial LoBu mulai dipasarkan per tanggal 12 Juli 2009
Testimony

“Buku-buku ini sangat baik untuk dibacakan para orang tua kepada putra-putrinya. Selain membiasakan orang tua berkomunikasi dengan baik lewat kegiatan mendongeng, buku ini juga dapat memberikan pengetahuan moral yang bagus untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.”
“Buku ini bukan hanya menyuguhkan cerita yang menarik, namun juga memperkenalkan nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal anak-anak di masa depan. Terima kasih kepada Djoko dan Daud yang sudah memakai kreativitasnya untuk menolong orang tua memberi yang berharga buat anak-anak.”
Jeffrey Rachmat (Penulis buku Permainan Cantik, Bapak 3 orang anak)
“Horeeee!!! Bertambah lagi pilihan bacaan untuk anak-anak dan orang tua, yang tidak hanya fun tetapi juga mengajak anak-anak untuk mengenal nilai-nilai berharga yang kelak akan dipakai dalam kehidupan mereka. Dikemas dengan sangat menarik, gambar yang lucu dan kalimat yang pantas. Buku serial ini pun bisa meningkatkan semangat membaca anak-anak kita.”
Becky Tumewu (Presenter, Ibu dua orang putri)
Serial LoBu: Kisah Budi Pekerti yang Jenaka
Serial LoBu adalah serial cerita jenaka dari pengarang cerita anak, Djoko Hartanto. Selain menghibur, Serial LoBu mengandung pesan budi pekerti yang disampaikan secara lucu, jauh dari kesan menggurui. Dengan ilustrasi cantik dari Daud Budi Surya (Concept Junior), Serial LoBu menceritakan rangkaian kisah persahabatan antara Lala dengan hewan-hewan yang berasal dari hutan tropis Indonesia yang indah. Seri ini tersedia dalam 2 versi bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Berikut adalah sekilas Serial Lobu ini:
Buku 1: Ella Kecil-Kecil Cabe Rawit (Indonesia)
Ella; Little Elephant With Big Ideas (English)
Nono menikmati buah-buahan hutan tanpa berbagi. Akankah dia bahagia?
Ella si gajah mungil selalu diremehkan oleh teman-temannya. Namun untunglah ada Ibu Gajah yang selalu membesarkan hati Ella. Saat kawanan gajah terjebak dalam lubang jebakan pemburu, mereka berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari lubang tersebut. Beruntung, akhirnya Ella berhasil mengajak mereka untuk bekerja sama sehingga lolos dari jebakan pemburu. Lewat cerita ini anak bisa belajar dua hal penting dalam hidup: yang pertama bahwa yang terkuat dan terbesar tidak berarti menjadi yang terpenting, dan masalah sebesar apapun bisa diselesaikan bila kita tidak egois namun mau bekerjasama.
Buku 2: Wou Wou Belajar Berpendirian (Indonesia)
Wou Wou Learn to Take a Stand (English)
Wouwou adalah seekor anak orangutan yang suka ikut-ikutan jahil. Pada dasarnya Wouwou tahu kalau tindakannya salah, dan dalam satu kesempatan Wouwou berjanji pada Lala untuk berani berpendirian dan menegur sahabatnya Lulu dan Tungtung bila mereka berbuat nakal. Saat Lulu dan Tungtung hendak memberi kejutan nakal pada si gajah Bombom, terjadilah kecelakaan. Kedua lutung nakal tersebut jatuh dan terseret arus deras. Untunglah teman-teman datang tepat pada waktunya setelah mendengar teriakan mereka. Lewat cerita ini anak bisa belajar untuk tidak ikut-ikutan melakukan hal yang tidak baik.
Buku 3: Nono Belajar Berbagi (Indonesia)
Nono’s Private Junggle (English)
Nono hidup damai bersama teman-temannya, sampai suatu saat dia tidak bisa menemukan buah-buahan kesukaannya. Nono pun berprasangka bahwa ini adalah ulah semua sahabatnya. Keesokan harinya Nono mengusir mereka semua. Apakah Nono bisa berbahagia menikmati seluruh hasil buah-buahan untuknya sendiri? Lewat kisah ini anak bisa belajar bahwa berbagi itu lebih berbahagia, dan egois itu membuat kita menjadi tak punya teman lalu kesepian. Satu cerita yang lucu dan menyentuh hati.
Buku 4: Umang Belajar Memaafkan (Indonesia)
Umang learn to Forgive (English)
Umang adalah siamang yang mencintai kebersihan dan kerapihan. Satu waktu tiga ekor tikus mengotori kediamannya. Ia marah dan menuntut mereka untuk bertanggung jawab atas ulah mereka. Umang berteriak-teriak berhari-hari sampai seisi hutan merasa terganggu. Akhirnya Lala dan teman-temannya datang dan langsung bertindak membantu membersihkan rumah Umang. Akhirnya Umang berhenti murka dan ikut membersihkan. Sorenya rumah Umang sudah bersih seperti sedia kala, dan Umangpun bisa menikmati hari-harinya seperti sediakala. Lewat cerita ini anak akan belajar bahwa bila seseorang menyakiti atau megotori hati mereka, mereka harus segera membersihkannya agar tidak mengganggu ketenteraman hidup. Marah dibuang sejahtera datang.
Buku 5: Keke, Monster yang Menyeramkan?(Indonesia)
Keke, the Scarry Monster? (English)
Suatu malam Nono, Bambam, Umang, dan Bombom berhadapan dengan suatu mahluk misterius. Segera mereka berlari ketakutan menuju rumah Lala. Mereka berdebat mengenai mahluk menyeramkan yang mereka temui, apakah itu seekor ular terbang raksasa atau badak purba pemakan daging atau mungkin burung raksasa yang akan memakan mereka secuil demi secuil. Bersama Pak Elang dan Lala mereka menyelidiki mahluk yang mereka hadapi. Ternyata kenyataannya tak seseram dugaan mereka. Lewat cerita ini anak bisa menyimpulkan bahwa bahwa buruk sangka bisa membawa pada hal-hal yang bodoh.
Buku 6: Senjata Rahasia Agung (Indonesia)
Agung’s Secret Weapon (English)
Satu hari ketenteraman hutan tempat tinggal teman-teman Lala terusik dengan datangnya seorang pemburu. Nono, Caca, dan Agung bersiap melawan pemburu. Nono akan menyeruduk pemburu dan Caca si macan akan menerkamnya. Eiit, tunggu, masih ada satu pahlawan lagi yang akan mengusir pemburu dengan kentutnya ... Agung si Sigung. Mendengar bahwa Agung hendak mengusir pemburu dengan kentutnya pecahlah tawa seisi hutan. Agung pun berlalu dengan sedih. Untunglah ada Lala dan Pak Elang bijak yang membesarkan hati Agung. Kelanjutannya? Agunglah yang menjadi pahlawan penjaga seisi hutan. Dengan tutur cerita yang jenaka, pengarang menyampaikan cerita bahwa seaneh apapun suatu bakat tetap bisa menyimpan potensi yang luar biasa.